History Is Learning

Sejarah adalah suatu pembelajaran yang membuat kita akan selalu menjalani hidup yang lebih baik

NEGRI UNTUK SEMUA

Negri untuk semua dan semua untuk negri

Bersikap untuk selalu jujur

Kejujuran adalah kunci menuju kesuksesan dan kebohongan akan menghasilakan sesuatu yang nantinya akan menyakiti orang lain dan penghambat menuju kesuksesan

Ayo Shalat berjamaah

Shalat berjamaah bonus pahala 27 kali lipat... mau mau mau hanya di Majid

Enjoy own your life

Hidup itu sederhana, Buatlah sebuah pilihan dan jangan pernah menengok kebelakang

Showing posts with label KATA HATI. Show all posts
Showing posts with label KATA HATI. Show all posts

Saturday, 24 May 2014

Privasi

INI MUNGKIN AWAL DAN INI MUNGKIN JUGA AKHIR.
Assalamualikum wr. Wb.
Awal pendaftaran di STAIN adalah awal yang mungkin bisa memebuatku lebih bersemangat tidak seperti orang yang tidak berguna. Di saat pertama aku melihat seseorang yang belum aku atau namanya tetapi seperti sudah akrab yang aku anggap semuanya biasa saja dan menjadi terbiasa. Dan akhirnya aku merasakan ntah itu nyaman ntah itu perasaan yang jarang aku temui bahkan belum pernah aku rasakan. Hari demi hari aku semakin dekat dengannya, ntah mengapa perasaan ini membuat hati seorang laki-laki yang tak pernah memikirkan cinta menjadikan dirinya menyadari bahwa cinta itu memang membuat berbeda dan membuat, eaaah bisa di katakan membuat orang terbang..hehehe
Tapi pada akhirnya mungkin cinta tersebut terbang menuju ke yang lain yang tak pernah aku sadari di saat itu aku merasa di permainkan oleh cinta itu sendiri. Mungkin aku terlalu berharap atau mungkin terlalu mengharapakan seseorang yang dia tak pernah merasakan apa yang aku rasakan, mungkin juga hanya di anggapsebagai sahabat yang mengisi hari-harinya di saat hatinya sedang senang maupun sedih. Aku menyadari hal itu..
Yang aku rasakan adalah banyak kebohongan yang tak di ungkapkan oleh lidah tapi dapat  di rasakan oleh perasaan. Di saat yang sama pula banyak ikan-ikan yang mulai berdatangan yang mengharapakan untuk di pancing dengan kail.., tetpai semua ikan ikan yang berdatangan hanya aku anggap sebagai teman, teman yang apabila diya membutuhkan pertolongan aku akan menolongnya. Dan aku menghargai apa yang mereka berikan kepadaku.
Setelah cinta tidak menghampiriku, aku mencoba untuk selalu berfikir positif . berharap cinta tersebut datang menghampiriku, di saat itu juga aku mencoba memberikan yang terbaik untuknya, tetapi lama kelamaan aku mencoba mengisi sebagian kecil hati ku untuk kubukakan untuk orang lain. Dan akhirnya hanya menyakiti hatinya saja. Mungkin hati memang tidak bisa di paksakan. Dan aku menyadarinya dan aku merasakan penyesalan yang amat dalam berharap kejadian tersebut tak pernah terulang kembali.
Waktu makin berlalu dan ada seorang yang mencoba  mendekatiku di bantu oleh teman-temanya yang mencoba mensatukan aku dan dia, semua hal tersebut aku hargai dengan menyisihkan sebagian dari hati yang kecil untuknya, dan akhirnya semua berakhir karena ada noda yang di buat olehnya walau ku sadari aku juga merasakan hati ini tak mampu menyisihkan sebagian kecil untuk orang lain.
Di saat  cinta itu mulai sendiri aku mencoba meng hampiri dan mencoba dekat dengannya dan akhirnya aku mengungkapkan rasa walau hanya lewat udara. Aku mencoba memahami arti nyaman?? Apakah semudah memberikan jawaban demikian? Dan saat itu timbullah perasaan yang merasa hati ini Cuma di permainkan dan bahkan di manfaatkan? aku merasa diri ini bagaikan layang layang yang di ulur terlalu jauh dan akhirnya putus di terbangkan oleh angin dan di temukan oleh orang lain..
Yang aku jalani saat ini adalah menghargai apa yang ada dalam diriku walau sekecil apapun dan tak mau lagi mengulangi kesalahan yang sama (menghargai apa yang ada). 

Sekarang aku mengerti dulu banyak sesuatu yang tidak kamu sampaikan kepada ku karna kamu takut menyakiti hati ku tapi lebih baik jujur dari pada takut menyakiti. “Buah dari sebuah kejujuran adalah ungkapan yang terbaik”. Mungkin hanya ini yang dapat aku tuliskan walau tidak semuanya, aku hanya ingin kau Mengerti dan Hargai..

Monday, 12 May 2014

Learning

Hati-hati …

Merasa sudah membaca, padahal belum
Merasa sudah berpikir, padahal belum

Tahukah Anda, bahwa fenomena ini terjadi justru di zaman informasi seperti saat ini. Manusia lebih emosional, ketimbang logis. Munculah konsep Marketing in Venus.




Saya tidak menuduh Anda seperti itu, namun ada baiknya kita meningkatkan kualitas diri, yaitu:
Lebih sabar dalam membaca, sehingga benar-benar paham.
Lebih jernih dalam berpikir, dengan logika dan ilmu yg memadai.

Saat Anda menguasai ini, percayalah Anda akan menjadi pribadi yang unggul.

Monday, 21 April 2014

MANFAATKAN LIMA PERKARA


Orang Barat mengatakan: Time is money “Waktu adalah uang”.
Orang Arab mengatakan: Al-waqtu kas saifi “Waktu ibarat pedang”.

Yang jelas, waktu adalah kehidupan itu sendiri, karena hidup kita tidak lain adalah waktu yang kita miliki semenjak kita terlahir sampai kita dijemput kematian.

Jika kita menyia-nyiakan waktu kita, berarti kita menyia- nyiakan hidup kita sendiri. Jika ada orang yang mengatakan, “Mari kita bunuh waktu dengan bersenang-senang,” maka sebetulnya mereka telah membunuh hidupnya sendiri, tetapi mereka tidak sadar.

Waktu memiliki beberapa tabiat.,, Pertama, waktu berlalu sangat cepat, apalagi ketika zaman semakin akhir. Diantara tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah semakin terasa singkatnya waktu..... Kedua, jika waktu sudah berlalu, ia tidak akan mungkin kembali lagi. Rabu pekan depan berbeda dengan Rabu pekan ini. Pukul 20.00 besok berbeda dengan pukul 20.00 hari ini.

Dalam Islam, waktu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Allah sendiri tidak jarang bersumpah atas nama waktu. Salah satu maksud dari sumpah-sumpah tersebut adalah agar kita memperhatikan waktu. Jika kita memperhatikan ibadah-ibadah yang disyariatkan dalam agama, kaitannya juga sangat erat dengan waktu. Ibadah sholat diatur pelaksanaannya berdasarkan waktu, dan ada waktu- waktu dimana kita dilarang untuk sholat...

Tidak hanya sholat, ibadah-ibadah lain juga diatur dengan waktu. Ini semua tidak lain agar kita perhatian dengan waktu. Mengenai pentingnya waktu, dalam sebuah hadits shahih (dengan syarah Bukhari-Muslim) yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam berpesan kepada kita: Ightanim khamsan qabla khams “Manfaatkanlah oleh kalian lima perkara sebelum datangnya lima perkara yang lainnya.”

Yang pertama, syababaka qabla haramika (masa mudamu sebelum masa tuamu). Masa muda penuh dengan potensi dan kekuatan. Badan dan otot sedang kuat-kuatnya. Pikiran dan ingatan masih tajam. Semangat dan idealisme sedang menggebu-gebu. Akan tetapi godaan di masa muda juga besar sehingga tidak heran banyak yang terjerumus dan menyia-nyiakan masa mudanya. Semestinya generasi muda muslim bisa mencontoh generasi muda para pendahulu kita, seperti Ali bin Abi Thalib, Mush’ab bin Umair, Usamah bin Zaid, Muhammad Al-Fatih, dan sebagainya. Bukan malah menggandrungi dan mencontoh idola-idola yang justru menjerumuskan, seperti artis, bintang film, dan sebagainya. Ingatlah bahwa salah satu diantara tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat adalah: syaab nasya-a fii ibadatillah “seorang pemuda yang tumbuh besar dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu).

Yang kedua, shihhataka qabla saqamika (masa sehatmu sebelum masa sakitmu). Seringkali kita baru menyadari besarnya nikmatnya sehat ketika sudah sakit. Bayangkan pula orang yang banyak harta tetapi sakit keras dan hanya bisa tergolek diatas dipan rumah sakit. Apakah ia akan bisa menikmati harta bendanya? Kadang untuk makan dan minum saja ia tidak bisa. Sebetulnya amat mengherankan bagaimana kita bisa tetap sehat, karena menurut para ahli sistem dan mekanisme dalam tubuh manusia sangatlah kompleks dan rumit. Jika bukan karena pemeliharaan dan kasih sayang Allah, niscaya amat sulit sistem dan mekanisme tersebut bisa terus terjaga dalam keadaan baik.

Yang ketiga, ghinaka qabla faqrika (masa kayamu sebelum masa fakirmu). Kecenderungan manusia adalah bakhil (kikir). Pada saat yang sama syetan juga akan selalu membisiki manusia untuk bersikap bakhil. Maka kapanpun kita diberi kelapangan harta kekayaan oleh Allah, mari betul-betul kita manfaatkan untuk bersedekah. Kita tunaikan zakat kita. Bahkan bukan hanya zakat, tetapi juga infaq-infaq yang lainnya. Sebetulnya kekayaan pun bukan hanya berupa harta benda. Jikapun kita tidak memiliki kekayaan harta benda, bisa jadi kita memiliki kekayaan dalam bentuk yang lainnya seperti harta, kedudukan, dan ilmu. Tentu saja itu semua juga bisa disedekahkan.

Yang keempat, faraghaka qabla syughlika (masa luangmu sebelum masa sibukmu). Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Ni’matani maghbuun fihima katsirun minan nas: ash-shihhah wal faraagh (Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia menyia-nyiakannya: sehat dan waktu luang).” (HR Bukhari, Ahmad, Tirmidzi, Darimi, dan Ibnu Majah),,. Memang demikian. Justru kebanyakan manusia malah terlena ketika sedang senggang. Di waktu-waktu senggang, kebanyakan orang justru suka melakukan hal-hal yang sia-sia, bahkan yang maksiat. Padahal Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam berpesan, “Min husni islamil mar’i tarkuhu ma laa ya’niihi (Diantara indikasi bagusnya keislaman seseorang adalah kemampuannya meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya).” (HR Tirmidzi)

Yang kelima, hayataka qabla mautika (hidupmu sebelum kematianmu). Kematian bisa datang kapan saja. Tidak harus menunggu tua. Tidak jarang pula kematian datang secara mendadak dan tidak terduga. Disamping itu, kematian jika datang tidak mungkin bisa diundur barang sejenak pun. Hidup kita ini, seberapapun lamanya, adalah waktu yang sangat pendek – jika dibandingkan dengan lama & kekalnya akhirat. Karena itu marilah kita sedikit bersabar dan menahan diri dalam hidup ini – sabar untuk taat, sabar untuk tidak melanggar aturan Allah, sabar dengan berbagai hal yang tidak menyenangkan – karena hidup ini hanya sebentar. Jika kita tidak bisa menggunakan hidup kita dengan baik, maka kita akan menyesal untuk selama- lamanya. Namun penyesalan ketika itu tidak lagi berguna.

Mari kita perhatikan bagaimana Allah telah mengabarkan kepada kita keadaan orang yang hidupnya tidak taat ketika di dunia. Maka ketika nyawanya dicabut oleh Allah: “Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun: 99-100)

Karena itu marilah kita gunakan hidup kita semata-mata untuk beribadah kepada Allah, karena sebenarnya tidaklah kita diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Allah saja.
Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduun “Tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Mari kita ingat pula perintah Allah dalam QS Al-Qashash: 77: “Dan carilah apa yang Allah berikan kepadamu di negeri akhirat, namun janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” Dalam ayat ini, Allah memerintahkan agar yang kita cari dan kita kejar dalam hidup ini adalah kepentingan akhirat kita.

Sedangkan kepentingan hanyalah sebatas “jangan engkau lupakan”. Namun yang jadi masalah, banyak manusia justru 23 jam mereka untuk urusan dunia semata, dan hanya 1 jam untuk akhirat.

Karena itu marilah kita optimalkan ibadah dan mengingat Allah.

Sunday, 20 April 2014

Wanita solehah



Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya.

Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya.

Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

" Karena engkau perhiasan yang paling indah...."

Apa yang anda rasakan dengan membaca kalimat tersebut???

Bersyukur dan bangga diciptakan sebagai wanita sebagai perhiasan dunia. "Indah" , kata yang singkat namun memiliki berjuta makna.

Lalu, siapakah yang akan menjadi perhiasan yang paling indah??

”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)

Sangat beruntunglah wanita yang sholehah, karena dia adalah perhiasan yang paling indah.

Keshalihan seorang wanita dapat dilihat dari ketaatannya terhadap aturan- aturan Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara menyeluruh. Tidak hanya mengambil sebagian aturan yang menguntungkan dirinya.

Wanita solehah bukanlah wanita yang centil, suka jingkrak-jingkrak dan menjerit-jerit saat mendapat kesenangan. Di'a akan selalu tawadu' karena dia memiliki rasa malu yang besar.

Dia menyadari bahwa kemuliannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri. Setiap tutur katanya memiliki nilai yang tinggi.

Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.

Ia selalu mengambil hikmah dari pertemuannya dengan orang lain.

Kedekatannya kepada Allah akan berbuah kebaikan bagi dirinya dan bagi orang disekitarnya.

Mulialah wanita solehah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan akan melahirkan generasi yang didambakan.

Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di syurga.. Subhannalah,




Journey

Saat pertama kali berjumpa denganmu (Ujian Mandiri STAIN 2012) aku bagaikan berjumpa dengan saktah, hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada...

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang...

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta...



Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain. .. melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, Paling panjang di antara yang lainnya...

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro.. terpantul-pantul dengan keras...

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu..

Sayangku padamu seperti mad thobi'I dalam Al-Qur'an... Buanyaaakkk beneerrrrr....

Semoga dalam hubungan kita ini seperti idgham bilaghunnah yang cuma berdua, lam dan ro' ..

Meski perhatianku ga terlihat seperti alif lam syamsiah, namun cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas...

Kau & aku sepeti Idgham Mutaqooribain.. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya...

Dan layaknya huruf Tafkhim Namamu pun bercetak tebal di fikiranku..

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun.