History Is Learning

Sejarah adalah suatu pembelajaran yang membuat kita akan selalu menjalani hidup yang lebih baik

NEGRI UNTUK SEMUA

Negri untuk semua dan semua untuk negri

Bersikap untuk selalu jujur

Kejujuran adalah kunci menuju kesuksesan dan kebohongan akan menghasilakan sesuatu yang nantinya akan menyakiti orang lain dan penghambat menuju kesuksesan

Ayo Shalat berjamaah

Shalat berjamaah bonus pahala 27 kali lipat... mau mau mau hanya di Majid

Enjoy own your life

Hidup itu sederhana, Buatlah sebuah pilihan dan jangan pernah menengok kebelakang

Showing posts with label KULINER. Show all posts
Showing posts with label KULINER. Show all posts

Friday, 30 May 2014

Usaha pisang goreng Kremezz

Dari jaman dahulu, pisang goreng menjadi salah satu produk camilan yang sudah sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia. Bahkan popularitas camilan ini kian mencorong seiring dengan meningkatnya kreativitas para pelakunya dalam mempromosikan produk olahan pisang buatannya.

Salah satunya saja seperti inovasi pisang goreng kremes yang mencoba menghadirkan nilai keunikan tersendiri di lidah para konsumen, karena pisang goreng yang satu ini disajikan dengan balutan tepung kremes yang tak hanya mempercantik penampilannya saja namun juga memperkaya cita rasa pisang goreng yang disajikan.

Konsumen
Kerenyahan serta keunikan pisang goreng kremes yang diinovasikan para pelaku usaha ini tentunya memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga wajar adanya bila pisang goreng kremes ini mulai banyak dicari para pelanggan dari berbagai kalangan masyarakat dan menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup potensial untuk dikembangkan. Ddibandrol dengan kisaran harga yang cukup terjangkau, produk pisang goreng kremes ini bisa diterima pasar menengah ke bawah dan diminati pula oleh kalangan masyarakat menengah ke atas.

Tuesday, 13 May 2014

Nasi Boranan Lamongan



Nasi Boranan Lamongan



…. boranan atau nasi boranan adalah makanan khas kota Lamongan Jawa Timur. Untuk itu, penjual nasi boranan i



bahan-bahan/bumbu-bumbu :


bahan gimbal poho:
150 gram singkong parut
50 gram kelapa parut kasar


bumbu halus:
2 siung bawang putih
1/2 sendok teh merica
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir


bahan ikan kuah pedas:
2 ekor ikan bandeng (550 gram), dipotong 4 bagian
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
400 ml santan dari 1/4 butir kelapa
1 batang daun bawang, diiris halus
2 sendok makan minyak untuk menumis


bumbu halus:
3 buah cabai merah besar
2 buah cabai merah keriting
3 butir kemiri, disangrai
2 siung bawang putih
1 cm kunyit, dibakar
4 butir bawang merah
2 cm jahe
1/2 sendok teh ketumbar
1/2 sendok teh terasi
1 cm kencur
1/4 sendok teh jinten


bahan peyek kacang:
150 gram tepung beras
250 ml santan dari 1/4 butir kelapa
3/4 sendok teh garam
1 kuning telur
5 lembar daun jeruk, buang tulang, iris halus
150 gram kacang tanah, belah dua, goreng setengah matang


bumbu halus:
4 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 sendok teh ketumbar
2 cm kencur
1 cm kunyit, dibakar


bahan pelengkap:
nasi putih
daun pisang ni bisa ditemui di setiapsudut-sudut kota Lamongan, baik disiang hari maupin di malam hari.
Disebut nasi boranan karena tempat untuk menyimpan nasi terbuat dari anyaman bambu yang oleh warga sekitar disebut boran. Dulu, alat penyimpan nasi ini kerap dijadikan tempat menyimpan nasi sebelum ditemukannya perabot rumah tangga modern. Selain itu, nasi akan terasa lebih sedap jika disimpan di boranan.

Ciri khas lain menu ini adalah sambal boranan, yakni racikan bumbu lengkap yang telah di goreng, dengan porsi cabe lebih banyak sehingga sambal boranan ini selalu terasa pedas. Biasanya, ibu-ibu yang memasak nasi boranan ini masih menggunakan bahan bakar kayu agar bau nasi dan sambalnya terasa lebih sedap.

“Rasa khas nasi boranan ini ada pada sambal dan ikan Silinya. Ujar Sukrisno, salah seorang penikmat nasi Boran asal Tuban.

Konon, nasi boranan hanya dibuat dengan lauk ikan sili, namun karena ikan sili saat ini kian langka, maka sekarang banyak pilihan untuk lauknya. Mulai dari Ayam, ikan Bandeng, ikan Gabus dan juga Udang.

Jika dimakan di tempat penjualan, nasi boranan
dihidangkan dalam bentuk pincuk yang terbuat dari daun pisang. Menurut para pelanggannya, hidangan seperti ini terasa lebih nikmat.

Rujak Cingur


Rujak Cingur adalah masakan yang berasal dari Kota Surabaya, Jawa Timur. Rujak ini sangat mirip dengan rujak uleg atau rujak sayur, yaitu rujak yang proses pembuatan bumbunya dengan cara diuleg, sedangkan bahan dasar rujak itu sendiri adalah sayur mayur yang tentu penuh gizi.

Beda Rujak Cingur dan rujak uleg
Lalu apa bedanya rujak cingur dengan rujak uleg atau rujak sayur.? Seperti namnya, makanan khas Jawa Timur ini memiliki keistimewaan, yaitu adanya penambahan bahan cingur pada rujak.

Cingur adalah bagian dari badan Sapi, yaitu tulang rawan di sekitar bibir atau moncong Sapi. Dalam bahasa Jawa, Cingur berarti bibir. Selain di daerah bibir, bisa juga menggunakan tulang rawan di sekitar kaki Sapi (kikil)

Bagi warga Indonesia, khususnya penduduk Jawa Timur, makanan rujak cingur tentu bukan makanan yang asing lagi di lidah. Rujak yang disebut salad Jawa ini memang memiliki cita rasa yang unik, terutama pada bumbu rujak yang berbahan kacang goreng. Rujak cingur ini banyak di jumpai di Jawa timur khususnya di Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya. Di mall-mall besar pun di Jawa Timur selalu ada pujasera yang menyajikan rujak cingur sebagai menu utama. Kalau tidak suka Pedas bisa pesan yang tidak pakai lombok. karena rujak cingur selalu bumbunya di buat saat itu juga,jadi bisa diatur pedas atau tidak. Malah bisa melihat goyangan penguleknya yang khas jika mau membuat Rujak Cingur. Mari buru rujak cingur sekarang juga. yang Enak rujak cingur di Plasa Surabaya, Jl. Gajah Mada Sidoarjo (depan matahari) , Rujak Cingur di Ploso (Kecamatan Krembung – Sidoarjo). Mari Kuliner bersama Makanan Khas Jawa.

Rujak Cingur | Khas Surabaya | Kuliner khas Surabaya

Sunday, 11 May 2014

Kuliner Khas Jogja

Kuliner Khas Yogya – Berkunjung ke Yogyakarta sepertinya tidak lengkap tanpa mencoba jajanan atau kuliner khas Yogyakarta. Kota Yogyakarta dikenal dengan banyaknya jajanan sepanjang jalan. Ada beberapa yang khas dari Yogyakarta dan sebagian lain adalah kreasi dari kreativitas pedagang makanan dan cukup sukses menjadi makanan khas Yogyakarta. Berikut ini jajanan favorit saya yang sebagian merupakan makanan lesehan dan sebagian juga disediakan di restoran.
1. Gudeg Jogja
Gudeg Basah
Gudeg Basah

Gudeg merupakan makanan khas paling terkenal di Yogyakarta. Sebagian besar dari gudeg disediakan untuk makan malam dengan jam buka mulai pukul 09.00 ketika toko toko tutup. Kenapa? karena gudeg-gudeg yang cukup ramai dijual di trotoar di depan pertokoan atau lokasi-lokasi pusat keramaian.

Gudeg yang dijual pada malam hari adalah gudeg basah. Gudeg ini berkuah dan tidak tahan lama, tidak seperti gudeg kering/kendil yang dijual sepanjang hari. Gudeg yang dijual di malam hari cenderung tidak terlalu manis dan harganya pun lebih murah.
Beberapa lokasi gudeg basah favorit saya adalah:
Gudeg Permata, Jalan Kusumanegara Yogyakarta
Gudeg Mbak Sasha, Depan Mirota Gejayan, Jalan Affandi Yogyakarta
Gudeg Pawon, Jl. Dr.Soepomo/Janturan (Gudeg ini unik, mereka menjual gudeg ini di dapur mereka langsung (pawon), pengunjung boleh bebas makan di seluruh bagian rumah, bahkan di dapur sekalipun)
Gudeg Bromo (Bu Thekluk), Jl. Affandi, depan Visitel Yogyakarta
Gudeg Sagem, utara SMU N 1 Yogyakarta
Gudeg Batas Kota, Jl. Urip Sumoharjo (dekat XXI)
Gudeg Tugu, Jl. Sultan Agung (barat Tugu)
2. Oseng-oseng Mercon
Oseng-oseng Mercon
Oseng-oseng Mercon
Bagi penggemar pedas, kuliner jalanan khas Yogyakarta ini tidak boleh dilewatkan. Tumis tetelan sapi yang lezat dimasak dengan cabai rawit hingga menimbulkan aroma kuat. Seporsi nasi panas dan oseng-oseng mercon dijual dengan harga 13.000 rupiah. Oseng-oseng ini dijual oleh beberapa warung di sepanjang Jl. KH A.Dahlan. Untuk yang paling enak dan asli menurut saya adalah oseng-oseng mercon Bu Narti yang berlokasi di depan gule kepala ikan Mas Agus (sebelah kiri jalan masuk ke SMA Muhammadiyah Lima
3. Angkringan


Macam-macam satu di angkringan
Macam-macam sate di angkringan
Angkringan adalah makanan yang menjamur di banyak tempat di Yogyakarta. Murahnya makanan yang dijajakan di Angkringan membuat tempat makan yang berbentuk gerobak dorong seperti kakilima ini sangat populer. Di Yogya, nasi kucing (Sego kucing) khas angkringan dijual hanya dengan harga 1000 – 2000 rupiah saja lengkap dengan dua macam pilihan lauk standar yaitu tumis tempe buncis atau sambal teri. Makanan penyertanya seperti usus, sate jerohan ayam, sate telur puyuh juga dijual dengan harga 1000 – 3000 rupiah saja per tusuknya. Jangan lupa gorengan dan tahu bacem, semua dapat dipanaskan kembali di tungku yang digunakan untuk merebus teh, kopi dan jahe.Beberapa spot angkringan yang cukup ramai di Yogya adalah:
  • Angkringan utara stasiun tugu. Beberapa penjual angkringan berjejer disana dengan tempat makan lesehan di trotoar jalan.Yang terkenal disini adalah kopi jos Lek Man dimana arang bara yang menyala dicelupkan di kopi tubruk sehingga terdengar bunyi jos di gelas 
  • Angkringan Nganggo Suwe di pertigaan jalan Pramuka dan Jalan Mondokaran Kotagede. Angkringan ini menjual relatif lebih lengkap makanan di salah satu space bangunan di pertigaan jalan. Yang khas disana adalah sate keong, nasi bakar, oseng keong, es asem, es jahe dan macam-macam baceman yang lezat. 
  • Angkringan di Jalan Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Beberapa angkringan berjajar disana dengan banyak sekali kaum muda bersantai sambil melihat pemandangan lembah code di malam hari. 
  • Angkringan depan kolam renang UNY. Di angkringan ini harga relatif lebih murah dengan makanan yang lebih bermutu. Sekitar pukul 8 malam akan ditemui banyak sekali motor dan mobil berjajar untuk jajan di angkringan ini. 
  • Angkringan depan Kantor Kedaulatan Rakyat Mangkubumi Yogyakarta. Angkringan ini menjual suasana dengan harga yang relatif lebih mahal. Namun makanan yang disediakan disini lebih bervariasi.
4. Gule Kepala Ikan Mas Agus
Gule Kepala Ikan
Gule Kepala Ikan
Pernah makan gule kepala kakap di warung nasi padang? Nah, versi lebih murahnya ada di Gule kepala Ikan Mas Agus. Walaupun mereka tidak menggunakan kepala ikan Kakap dan menggantinya dengan Ikan Nila, namun kelezatan gule dan tom yam kepala ikan ini tidak kalah dengan masakan padang. Gule dan tomyam kepala ini berlokasi di jalan KH.A Dahlan (barat kilometer 0 Yogyakarta). Bagi yang tidak suka kepala, masih ada menu lain seperti dagu ikan goreng, ayam dan lain sebagainya.
5. Soto Ayam Pak Gareng


Soto Ayam Pak Gareng
Soto Ayam Pak Gareng
Tambahkan Sate Telur Puyuh dan Perkedel Lenthuk
Tambahkan Sate Telur Puyuh dan Perkedel Lenthuk
Soto ayam memang ada di mana-mana, tetapi perpaduan rasa yang khas dan suasana Yogya yang lengang di pagi hari ada di Soto ayam pak gareng. Soto ini letaknya di depan Stasiun Tugu Yogyakarta. Dengan Rp. 6000, semangkuk soto ayam kampung dapat dinikmati. Coba tambahkan sate ayam, sate jerohan maupun pesanan khusus sayap, kepala atau paha ayam kampung dan ciri khasnya: Lenthuk, perkedel ubi yang khas. Soto ini hanya buka mulai pukul 06.00 pagi hingga habis, yaitu sekitar pukul 11 siang.

6. Bakmi Jawa

Bakmi Mbah Mo Bantul
Bakmi Mbah Mo Bantul
Bakmi Goreng Nyemek


    Bakmi jawa berbeda dengan mi goreng atau mi rebus pada umumnya. Bakmi Jawa menggunakan dua macam mie dalam satu masakan yaitu mi kuning basah dan bihun, menggunakan telur bebek dan taburan bawang goreng beserta seledri. Bakmi jawa ditemui di banyak tempat di Yogyakarta. Ciri khas yang lain, bakmi jawa dimasak dengan menggunakan tungku arang yang dimasak perporsi untuk mempertahankan rasa. Selain mi goreng dan mi rebus, akan ditemukan Magelangan, yaitu nasi goreng yang dimasak dengan mie dan juga mi goreng nyemek (mi goreng dengan masih tersisa sedikit air kaldunya) Mungkin anda pernah mendengar bakmi KADIN di jl kusumanegara Yogyakarta. Itu hanya salah satu bakmi jawa yang legendaris diantara banyak penjual mi jawa yang lain. Beberapa spot Bakmi jawa yang populer adalah:

  • Bakmi KADIN, di jalan Kusumanegara. Selain mie yang khas yang dinikmati sambil mendengar alunan keroncong live, disini juga disediakan minuman bajigur panas yang sudah langka dijual di tempat lain. 
  • Bakmi Pele. Bakmi Pele berlokasi di pojok alun-alun lor Yogyakarta 
  • Bakmi Mbah Mo. berlokasi agak jauh di jalan bantul. Jangan kaget jika anda berada di nomer antrian 40 dan menunggu selama dua jam sebelum bisa menikmatinya 
  • Bakmi Pak Tris di pasar manding Bantul 
  • Bakmi Jokteng Wetan
7. Sate Klathak
Sate Klathak Bantul
Sate Klathak Bantul
Sate Klathak adalah varian sate khas imogiri. Ciri khas sate ini adalah dimasak dengan menggunakan ruji sepeda tanpa bumbu apapun hanya garam yang dibubuhkan selama dipanggang diatas api hingga menimbulkan bunyi gemeletak. Selain sate, terdapat menu tongseng dan gule disini. Sate klathak yang terkenal adalah sate klathak Pak Pong di Pasar Jejeran di Jalan Imogiri Timur Yogyakarta

8. Sego Pecel Bu Wiryo
Sego Pecel dan Nasi Sop Bu Wiryo
Sego Pecel dan Nasi Sop Bu Wiryo
Mungkin bagi anda yang sudah berusia 40 tahun atau lebih, Sego Pecel dan Sop Bu Wiryo merupakan makanan nostalgia yang dulu dapat dinikmati di kantin fakultas teknologi pertanian dan fakultas kehutanan UGM. Setelah berjualan lebih dari setengah abad, Sego Pecel ini masih eksis walau banyak sekali jenis makanan baru yang bermunculan di Yogyakarta. Warung Sego Pecel atau sering disingkat dengan SGPC ini sekarang berada di utara Fakultas Peternakan UGM. Pengunjung akan dihibur dengan alunan musik keroncong dan bossa nova live oleh kelompok musik yang manggung disana.

9. Sup Kembang Waru Beringharjo
Sup Kembang Waru Pasar Beringharjo
Sup Kembang Waru Pasar Beringharjo
Sup kembang waru ini adalah makanan yang disuguhkan ketika ada hajatan-hajatan pengantin di Yogyakarta. Tidak banyak sup ini dijual di luar acara tersebut. Tetapi di pasar beringharjo, sup ini disediakan oleh seorang pedagang dengan pengunjung tiap hari cukup banyak. Sup ini akan ditemukan di lantai dua bagian tengah bangunan di food court pasar beringharjo.

10. Raminten
Suasana Raminten Yogya (courtesty of www.latitudes.nu)
Suasana Raminten Yogya (courtesty of http://www.latitudes.nu)


Raminten bukan nama makanan, namun sebuah tempat nongkrong dan pusat jajanan. Walau dikemas modern, namun makanan yang disajikan sebagian diantaranya adalah makanan asli Yogyakarta yang sudah jarang ditemui di tempat lain. Warung Raminten ini buka 24 jam dan cukup ramai mulai pukul 6.30 sore hingga tengah malam. Coba es dawet yang disajikan dengan gelas superbesar dan berbagai macam makanan khas lain.


Raminten mempunyai beberapa cabang, di Kotabaru, jalan magelang dan jalan kaliurang KM 22. Yang disebut pertama adalah yang pertama dan cukup ramai. Menu yang disajikan pun cenderung lebih lengkap di Kotabaru Yogya. Pengunjung akan disuguhkan suasana eksotik yang kental dengan musik gamelan dan bau-bau dupa yang kuat.

ANGKRINGAN LIK MAN - Menikmati Malam di Yogyakarta bersama Kopi Joss

Siapa sih yang tidak akrab dengan yang namanya Angkringan ? Angkringan merupakan tempat berkumpulnya anak-anak muda di Jogja dengan menu andalan yang terkenal yaitu Nasi Kucing. Nasi putih polos atau yang sudah diberi sedikit oseng tempe, oseng teri, atau sambel serta dibungkus dengan daun pisang, Nasi Kucing lebih nikmat bila disantap bersama aneka sate yang tersedia seperti sate usus, sate telur puyuh, sate kerang, sate jamur, sate ayam, gorengan, kerupuk, dan banyak lainnya. Diberi istilah Nasi Kucing karena porsinya yang minimalis, namun justru disitulah ciri khas Angkringan dimulai. Angkringan memiliki konsep sederhana atau merakyat karena tujuannya supaya seluruh lapisan masyarakat dapat berbaur sambil menikmati menu-menu angkringan yang khas tanpa merasa ada batas.
Salah satu sentra Angkringan yang jadi tujuan wisata yakni Angkringan Lik Man. Letaknya di dekat Stasiun Kereta Api Tugu. Angkringan Lik Man termasuk pelopor angkringan di wilayah kota Jogja yang kini semakin banyak tersebar dan hadir bagaikan jamur di musim penghujan. Selain itu, Angkringan Lik Man juga menjadi angkringan pertama yang berani menghadirkan inovasi menu minuman kopi baru yang unik yang juga menjadi ciri khas yang wajib anda coba yaitu Kopi Joss. Kopi Joss, adalah kopi panas yang diberi atau dicelupkan dengan arang panas juga, bahkan yang masih membara. Kata joss itu sendiri konon berasal dari suara arang panas membara yang bertemu dengan kopi yang juga asama panasnya, sehingga seklias terdengar seperti "joss" ketika dua hal tersebut bertemu.
Rasanya unik, tapi nikmat dan segar, sensasi baru bagi anda yang suka mencoba kuliner baru khususnya kopi. Di Jogja anda bisa menemukan menu kopi joss ini di angkringan-angkringan yang berjejer di jalan dekat Stasiun Tugu. Tidak semua angkringan menawarkan kopi joss sebagai salah satu menu minumannya. Salah satu diantara yang punya kopi unik ini adalah angkringan Lik Man yang merupakan angkringan legendaris di Jogja, karena pedagangnya adalah perintis pertama usaha angkringan di kota pelajar ini. Angkringan ini berjualan sejak tahun 1950-an dan diwariskan ke Lik Man tahun 1969 kemudian seiring perkembangannya muncullah angkringan-angkringan lain di kawasan ini.
Sentra angkringan ini buka mulai pukul 18.00 hingga larut malam, lokasinya dekat Stasiun Tugu, dari stasiun jalan hingga menemukan jalan kecil ke arah barat, lalu berbelok, tidak jauh dari belokan itu tepat di sebelah kiri jalan. Harga yang dibandrol untuk menu makanan juga minuman yakni mulai Rp.1000,00. Seru bukan? Jangan lewatkan untuk menghabiskan malam di sentra Angkringan dekat Stasiun Tugu ini bila anda mengunjungi Jogja. Rasakan atmosfer tempat nongkrong rakyat yang benar-benar mencerminkan betapa nyamannya Kota Jogja itu sendiri.
Lokasi: Jl. Wongsodirjan, Dekat Stasiun Tugu Yogyakarta


Sumber: http://www.kotajogja.com/kuliner/index/Angkringan-Lik-Man